Furniture dari Particle Board Bisa Lebih Rentan Rusak Jika Terkena Rayap

Furniture dari Particle Board Bisa Lebih Rentan Rusak Jika Terkena Rayap
Furniture berbahan particle board cukup banyak digunakan di rumah modern karena harganya lebih terjangkau, ringan, dan tampilannya bisa dibuat rapi dengan finishing HPL atau laminasi. Biasanya material ini dipakai untuk lemari, meja belajar, rak TV, kitchen set, kabinet, hingga rak penyimpanan.

Namun, furniture dari particle board tetap perlu diperhatikan dari risiko rayap. Walaupun permukaannya terlihat modern dan tertutup lapisan finishing, bagian dalam materialnya tetap berasal dari serbuk kayu yang dipadatkan. Jika terkena lembap atau berada di area yang jarang diperiksa, rayap bisa mulai merusak dari bagian dalam.

Kenapa Particle Board Bisa Rawan Rayap?

Particle board memiliki bahan dasar kayu olahan. Material seperti ini tetap mengandung selulosa yang menjadi sumber makanan rayap. Jika lapisan luarnya mulai mengelupas, terkena air, atau bagian sambungannya terbuka, risiko serangan rayap bisa meningkat.

Rayap biasanya masuk melalui celah kecil di bagian bawah furniture, sambungan, sudut, atau sisi yang menempel ke dinding. Dari luar, furniture bisa terlihat masih bagus, tetapi bagian dalamnya bisa mulai rapuh.

Area Furniture yang Perlu Dicek

Bagian yang paling rawan biasanya ada di bawah lemari, sudut rak, area dekat engsel, kaki furniture, dan bagian belakang yang menempel ke dinding. Area ini sering jarang dibersihkan dan sulit terlihat.

Furniture particle board yang berada di dapur, kamar tidur lembap, ruang laundry, atau dekat kamar mandi juga perlu lebih diperhatikan. Kelembapan bisa membuat material lebih cepat mengembang dan membuka peluang rayap masuk.

Baca Juga:  Elemen Motor 1000cc Tercepat di Dunia

Tanda Rayap pada Furniture Particle Board

Beberapa tanda awal yang bisa diperhatikan adalah munculnya serbuk halus di sekitar furniture, bagian bawah mulai mengelupas, permukaan menggelembung, pintu lemari sulit ditutup, atau rak terasa tidak sekokoh biasanya.

Selain itu, perhatikan jika ada jalur tanah kecil di dinding atau lantai dekat furniture. Jalur ini biasanya terlihat seperti garis lumpur tipis dan bisa menjadi tanda rayap sedang aktif bergerak.

Jangan Hanya Menutup Bagian yang Mengelupas

Saat particle board mulai mengelupas atau mengembang, banyak orang hanya menutupnya dengan stiker, cat, atau pelapis tambahan. Padahal, jika penyebabnya adalah lembap dan rayap, perbaikan tampilan luar saja tidak cukup.

Sebelum memperbaiki atau mengganti furniture, sebaiknya cek dulu area sekitar. Pastikan tidak ada dinding rembes, lantai lembap, jalur tanah, atau serbuk halus yang terus muncul.

Cara Mengurangi Risiko Rayap pada Particle Board

Langkah pertama adalah menjaga furniture tetap kering. Hindari meletakkan particle board di area yang sering terkena air atau dekat dinding lembap.

Kedua, beri jarak antara furniture dan dinding agar sirkulasi udara lebih baik. Jarak kecil ini juga memudahkan pemeriksaan bagian belakang furniture.

Ketiga, jangan menumpuk kardus, kertas, atau barang lama di sekitar furniture. Barang-barang tersebut bisa menjadi sumber makanan tambahan jika rayap sudah masuk ke area rumah.

Jika mulai muncul tanda seperti serbuk halus, jalur tanah, furniture menggelembung, atau bagian dalam material terasa rapuh, layanan anti rayap bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar ke furniture lain.

Kesimpulan

Furniture dari particle board memang praktis dan banyak digunakan, tetapi tetap memiliki risiko terserang rayap jika berada di area lembap dan jarang diperiksa. Kerusakan sering dimulai dari celah kecil, sambungan, atau bagian bawah furniture.

Baca Juga:  Memahami Biaya Kuliah di Indonesia

 

Dengan menjaga area tetap kering, memberi jarak furniture dari dinding, dan mengenali tanda awal rayap, kerusakan pada furniture kayu olahan bisa dicegah sejak dini

Leave a Comment