
Pernah nggak sih lagi scroll TikTok, nemu konten “daily life mahasiswa Teknik Informatika”, terus langsung mikir, “Wah seru banget, tapi… biaya kuliahnya berapa ya?” 🤔
Atau mungkin kamu sekarang kelas 12, lagi hectic banget sama UTBK, les sana-sini, tapi di belakang kepala masih ada satu tab browser yang nggak pernah ketutup: “biaya kuliah TI di kampus favorit 2026”. Relate nggak?
Nah, artikel ini bakal ngebahas Update Terbaru Biaya Kuliah Teknik Informatika 2026 di 20 Universitas Favorit dengan gaya santai, kayak lagi nongkrong bareng temen yang suka ngulik kampus. Jadi kamu bisa ngerancang strategi dari sekarang, bukan cuma nebak-nebak.
Sekilas: Kenapa Perlu Cek Biaya Kuliah dari Sekarang?
Gini, masuk Teknik Informatika itu kayak mau build startup: bukan cuma soal ide (minat dan jurusan), tapi juga soal modal (biaya kuliah dan biaya hidup). Kalau cuma ngandalin “kata orang”, ujung-ujungnya bisa kaget pas lihat tagihan UKT.
Update Terbaru Biaya Kuliah Teknik Informatika 2026 di 20 Universitas Favorit ini ngebantu kamu ngecek realita, biar bisa nentuin: “Gue bisa masuk sini full mandiri nggak ya?”, “Perlu cari beasiswa apa?”, atau bahkan “Mending ngejar PTN atau PTS dulu nih?”
Gambaran Umum Biaya TI 2026 di Kampus Favorit
1. Range Biaya di PTN: Dari UKT Ramah Dompet sampai Uang Pangkal Sultan
Kalau kita ngomongin Teknik Informatika di PTN favorit, range biayanya lumayan berwarna. Di jalur reguler (SNBP/SNBT), kamu biasanya ketemu sistem UKT per semester tanpa uang pangkal.
Secara umum, banyak PTN yang UKT Teknik Informatikanya ada di kisaran:
- UKT rendah: Rp500.000 – Rp2.000.000/semester (kelas “super subsidi” buat yang ekonominya terbatas)
- UKT menengah: Rp3.000.000 – Rp6.000.000/semester
- UKT tinggi: Rp7.000.000 – Rp10.000.000/semester (biasanya untuk golongan tertinggi)
Nah, kalau jalur mandiri, di beberapa kampus favorit, kamu bakal ketemu yang namanya uang pangkal/IGU/UPPA yang bisa tembus puluhan juta sekali bayar, tergantung kampus dan jalur masuknya.
2. Range Biaya di PTS: Lebih Stabil, Tapi Perlu Siap dari Awal
Di PTS favorit, Teknik Informatika biasanya punya biaya awal masuk + biaya per semester yang kebih “konsisten”, tapi nggak selalu lebih mahal dari PTN jalur mandiri.
- Biaya awal (uang gedung/DP): Rp5.000.000 – Rp25.000.000
- SPP/biaya kuliah per semester: Rp5.000.000 – Rp12.000.000
Tapi banyak PTS yang punya early bird, potongan nilai rapor, atau diskon kalau daftar lebih awal. Jadi kalau pinter nyari info, bisa banget nge-cut biaya lumayan gede.
3. Contoh 20 Universitas Favorit dengan Prodi TI
Ini beberapa contoh kampus yang sering banget jadi incaran anak TI (urutan bebas, bukan ranking):
- UI, ITB, UGM, ITS, UNDIP, UNPAD, Telkom University
- BINUS, UPN “Veteran”, Universitas Brawijaya, UBINUS (BINUS), President University
- Politeknik Negeri favorit, UNESA, USU, UNHAS, dan beberapa kampus swasta besar lain
Kalau kamu pengin cek detail satu-satu, bisa intip juga di BiayaKuliah.id, misalnya artikel biaya kuliah UI atau biaya kuliah ITB buat gambaran kasar trennya.
Faktor yang Bikin Biaya TI Bisa Beda Jauh
1. Jalur Masuk: SNBP, SNBT, Mandiri – Beda Jalur, Beda Drama
Pernah nggak sih lihat dua orang di kampus yang sama, jurusan sama, tapi biaya kuliahnya beda banget? Nah, salah satu penyebab utamanya: jalur masuk.
- SNBP/SNBT: biasanya murni UKT, nggak ada uang pangkal
- Mandiri reguler: ada yang pakai UKT + uang pangkal
- Mandiri khusus: beberapa kampus punya kelas internasional/kerja sama dengan biaya lebih tinggi
Jadi kalau kamu bisa tembus jalur tes nasional, itu bisa jadi game changer banget buat keuangan keluarga.
2. Lokasi Kampus: Bukan Cuma Biaya Kuliah, Tapi Biaya Hidup
Bayangin dua skenario: kuliah TI di kampus A di kota besar, sama kampus B di kota yang biaya kosannya jauh lebih murah. Biaya kuliah bisa aja mirip, tapi total biaya hidup per bulan bisa beda ratusan ribu sampai jutaan.
Buat kamu yang ngerantau, kadang biaya hidup + kos bisa ngelebihin UKT per semester kalau direkap tahunan. Jadi jangan cuma ngecek angka UKT, tapi cek juga harga kos, makan, dan transport di kota itu.
3. Fasilitas & Brand Kampus
Ada kampus yang lab komputernya super lengkap, punya kerja sama sama perusahaan besar, dan ekosistem startup yang hidup banget. Biasanya, kampus kayak gini punya biaya yang sedikit lebih tinggi, tapi networking dan kesempatan magang/kerja pertamanya juga lebih kebuka.
Analogi gampangnya: kamu bayar lebih bukan cuma buat “kursi kuliah”, tapi buat akses ekosistem dan jaringan yang bisa jadi tiket karier ke depan.
Real-Life Example: Biar Kebayang di Dunia Nyata
1. Raka – Ngebidik PTN, Tapi Siap Backup PTS
Raka, anak kelas 12, target utamanya TI di PTN favorit lewat SNBT. Dia tahu UKT di PTN bisa lebih ringan, jadi dia gas belajar dari jauh-jauh hari. Tapi dia juga realistis: sambil jalan, dia udah list 3 PTS dengan TI bagus, lengkap sama total biaya 4 tahun kuliah.
Akhirnya, dia nggak keterima di PTN, tapi bisa ambil jalur beasiswa nilai rapor di salah satu PTS dengan potongan uang gedung 50%. Kenapa bisa smooth? Karena dia udah riset biaya dari kelas 11, bukan mepet H-7 pendaftaran.
2. Nisa – Salah Perhitungan Biaya Hidup
Nisa keterima di kampus negeri favorit di kota besar. UKT-nya kelihatan “ramah”, cuma 3 jutaan per semester. Tapi dia kaget pas nyampe: kos 1 juta, makan 1,5 juta, transport dan lain-lain bisa 1 jutaan per bulan.
Setahun jalan, orang tuanya mulai keteteran, dan Nisa kudu puter otak cari beasiswa dan kerja freelance desain. Kalau dari awal dia hitung total biaya hidup, mungkin pilihan kampusnya bisa sedikit beda.
3. Dimas – Gas Beasiswa TI
Dimas dari awal udah yakin banget mau ke TI, tapi kondisi finansial keluarganya nggak longgar. Dia fokus berburu beasiswa internal kampus dan beasiswa eksternal. Dia rajin cek situs resmi kampus, sampai ke portal-portal info kayak beasiswa di BiayaKuliah.id buat dapetin opsi yang sesuai.
Hasilnya, dia dapet potongan SPP tiap semester dan bantuin biaya orang tuanya lumayan besar. Riset dan proaktif dia di awal beneran jadi game changer.
Tips Praktis Biar Nggak Kaget Biaya Kuliah TI
1. Hitung “Total Paket 4 Tahun”, Bukan Cuma UKT
Jangan cuma lihat “per semester berapa”, tapi coba hitung kasar selama 8 semester:
- UKT/SPP × 8 semester
- Uang pangkal/gedung (kalau ada)
- Biaya praktikum, lab, dan lainnya
- Biaya hidup per tahun (kos, makan, transport)
Begitu lihat angka total, kamu bakal lebih kebayang: “Oke, worth it nggak kalau gue ambil jalur ini?”
2. Buka Website Resmi + Bandingin di Sumber Lain
Cek biaya kuliah langsung dari website resmi kampus. Abis itu, buat perbandingan, kamu bisa lihat rangkuman di situs kayak BiayaKuliah.id yang biasanya udah ngerapihin info per jurusan dan per kampus.
Cross-check ini ngebantu biar kamu nggak kejebak info jadul atau asumsi “katanya” yang belum tentu bener.
3. Siapkan Plan A, B, dan C
Bukannya pesimis, tapi realistis aja. Kamu bisa bikin:
- Plan A: TI di PTN favorit jalur SNBT/SNBP
- Plan B: TI di PTS dengan beasiswa atau diskon biaya kuliah
- Plan C: Jurusan serumpun (Sistem Informasi, Ilmu Komputer) di kampus lain
Dengan gini, mental kamu lebih siap dan finansial keluarga juga lebih kebayang.
4. Ngobrol Terbuka Sama Orang Tua
Ini kadang awkward, tapi perlu banget. Ajak orang tua duduk bareng, buka laptop, dan tunjukin angka-angka kasar biaya kuliah.
Dari situ, kalian bisa nyusun strategi: nabung berapa per bulan, daftar beasiswa apa, dan batas maksimal biaya kuliah yang masih aman buat keluarga.
5. Manfaatin Beasiswa & Kerja Sampingan
Banyak kampus (baik PTN maupun PTS) yang punya beasiswa prestasi, beasiswa KIP-K, atau beasiswa dari kerja sama perusahaan. Selain itu, dunia TI lumayan ramah buat kerja sampingan: ngoding freelance, design, bikin website, dan lain-lain.
Sambil kuliah, kamu bisa bangun portofolio plus bantu nutup biaya hidup. Dua poin dapet satu tembak.
Kesalahan Umum Saat Ngitung Biaya Kuliah TI
1. Cuma Lihat Angka UKT Tanpa Hitung Biaya Lain
Banyak yang fokus ke “UKT 3 juta doang kok” tapi lupa lab fee, biaya KKN, wisuda, dan kebutuhan lain kaya laptop yang proper buat ngoding.
Especially di TI, kamu butuh device yang layak. Laptop bisa jadi salah satu pengeluaran terbesar di awal.
2. Terlalu Idealist ke Satu Kampus Tanpa Backup
“Pokoknya gue UI TI, titik.” Oke, ambisi bagus. Tapi kalau nggak nyiapin backup kampus lain, terus ternyata ke-skip, kamu bisa kejebak gap year yang nggak direncanakan.
Better punya beberapa opsi dengan estimasi biaya + jalur masuk yang kamu paham.
3. Malu Nanya & Riset Terlalu Telat
Masih banyak yang baru cari info biaya kuliah pas pendaftaran hampir ditutup. Padahal info beasiswa, cicilan, atau jalur khusus kadang cuma kebuka di periode tertentu.
Jangan gengsi buat nanya kakak kelas, guru BK, atau cek grup/grup forum online. Semakin awal, semakin leluasa milih.
4. Nggak Bandingin PTN vs PTS Secara Fair
Banyak yang nganggep PTN pasti lebih murah dan PTS pasti mahal. Padahal, kalau kamu masuk PTN jalur mandiri dengan uang pangkal tinggi, bisa jadi totalnya mirip atau bahkan lebih dari PTS dengan beasiswa.
Makanya, bandingin total cost, bukan cuma label “negeri” atau “swasta”.
Penutup: Biar Keputusan Kamu Nggak Cuma Modal Nekat
Ngincer Teknik Informatika itu seru banget, apalagi kalau kamu emang suka logika, teknologi, dan pengin kerja di dunia yang lagi naik daun terus. Tapi di balik layar, kamu tetap perlu planning finansial yang waras, bukan cuma semangat doang.
Update Terbaru Biaya Kuliah Teknik Informatika 2026 di 20 Universitas Favorit ini idealnya jadi titik mulai, bukan titik akhir. Setelah baca, kamu bisa lanjut cek detail per kampus di website resminya, atau pakai rangkuman di BiayaKuliah.id buat ngebandingin lebih cepat.
Kalau sekarang kamu masih kelas 10–11, ini momen emas buat mulai nabung, cari info beasiswa, dan naikin nilai. Kalau kamu udah kelas 12 atau semester awal kuliah, nggak terlambat juga buat ngatur strategi biaya ke depan.
Pada akhirnya, yang kamu kejar bukan cuma “masuk TI”, tapi juga bisa lulus dengan kepala tegak tanpa bikin keluarga kecekik. Pelan-pelan aja, tapi mulai dari sekarang. Kamu lagi invest bukan cuma uang, tapi juga masa depan kamu sendiri.