Persiapan Menikah Bukan Soal Uang dan Mental Saja Lalu, Apa Saja?

Persiapan Menikah Bukan Soal Uang dan Mental Saja Lalu, Apa Saja?

Posted on


Jika Anda mengira persiapan pernikahan hanya sebatas finansial, maka pemahaman tersebut kurang tepat. Jika Anda menambahkan mental? Cukup bagus tapi, masih belum sempurna, ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum menikah dengan pasangan.

Contoh kecilnya adalah masalah keuangan, biasanya mendapatkan gaji untuk Anda dan orang tua, dengan mudah membeli berbagai kebutuhan tanpa harus berpikir panjang. Sekarang Anda harus berpikir dua kali.

Meski gaji yang diterima sangat tinggi, namun itu adalah hak perempuan. Dengan kata lain, Anda tidak akan menerimanya secara penuh, persyaratannya akan berlipat ganda dan itu akan mencakup semua item.

Jika Anda seorang wanita, Anda harus pandai mengelola keuangan. Untuk kebutuhan sehari-hari, memberi kepada orang tua, menabung anak, mempersiapkan hari tua dan membeli kebutuhan lainnya, semua itu harus disiapkan dari sekarang.

Persiapan nikah harus tau

Mempersiapkan pernikahan bukan hanya soal uang dan mental, apa?
Sumber: Medinacatering.com

Harus diakui bahwa menikah dan lajang, situasinya akan berbeda. Poin yang paling terlihat adalah bagaimana mengambil keputusan. Jika Anda biasanya memutuskan sendiri, sekarang Anda harus bertanya terlebih dahulu.

Terkadang ada perbedaan pendapat, kondisi seperti ini harus dipahami. Menemukan jalan keluar dari dua pendapat yang berbeda ini tidaklah mudah, Anda harus mengesampingkan ego Anda dan Anda harus bijak dalam menentukan sikap.

Tak hanya itu, simak penjelasan di bawah ini terkait persiapan yang diperlukan sebelum menikah.

Waktu menengah

Salah satu penyebab utama sebuah hubungan pernikahan akan hancur karena Anda dan pasangan sulit membagi waktu. Semua orang sibuk dengan ponsel, pekerjaan, dan aktivitasnya, sehingga sulit untuk berkomunikasi.

Padahal, melakukan pekerjaan wajib antara suami dan istri mungkin tidak ada. Meski ada sebagian yang sampai pada akhirnya, namun saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga, kondisi tersebut membuat Anda merasa tertekan dan tidak bahagia sama sekali.

Pada akhirnya, anak menjadi korban karena kurangnya kasih sayang orang tua. Pembagian waktu ini juga berlaku untuk keluarga dan teman. Meski sudah menikah, Anda harus menjalin hubungan baik dengan teman-teman Anda.

Setidaknya sebulan sekali untuk bertemu agar tidak terjebak dalam kehidupan rumah yang membosankan. Selain itu, Anda juga harus bisa mengalokasikan waktu untuk setiap keluarga, apalagi jika Anda sudah memiliki anak.

Mereka berhak mengetahui siapa keluarganya, dari yang terdekat hingga terjauh. Harus kita akui bahwa perpecahan seperti ini sangat sulit, jadi komunikasikan dan buat kesepakatan, tapi jangan egois.

Belajar menghargai dan menjadi bijak

Persiapan pernikahan selanjutnya adalah belajar menghargai dan bijaksana. Dalam rumah tangga ada banyak ujian. Dari keuangan, keluarga, pihak ketiga dan masih banyak lagi.

Belajar menghargai dan bijaksana adalah tanda selangkah lebih maju dari masalah. Keduanya harus memiliki kondisi ini. Jangan hanya emosi saat mengambil keputusan, tetap tenang, lalu ngobrol dan beroperasi bersama.

Menjadi bijak itu sangat sulit, karena masing-masing pasangan harus menelaah terlebih dahulu akar masalahnya kemudian mengevaluasi. Terkadang ego diri masih sangat tinggi dan menganggap solusi yang paling tepat, mulai sekarang coba tahan dan tekan.

Mungkin memang selama ini Anda benar, tetapi hasil akhirnya buruk sampai akhirnya orang tua terkena dampaknya. Hal semacam itu tidak ada di sekolah jadi mulai sekarang cobalah untuk mengubahnya.

Ketika bisa seperti itu, menjadi dewasa dan bertindak sebagai orang tua akan mudah. Ingatlah bahwa pada akhirnya Anda akan menjadi ayah dan ibu, jika hal seperti ini masih membutuhkan proses pembelajaran, bagaimana anak-anak dapat menirunya.

Mempersiapkan diri menjadi ibu dan ayah

Mempersiapkan pernikahan bukan hanya soal uang dan mental, apa?
Sumber: ciburial.desa.id

Persiapan terakhir untuk menikah adalah menjadi seorang ayah dan ibu. Anda berdua perlu tahu bagaimana menjadi figur orang tua. Tidak hanya melindungi tetapi, mampu memimpin dan memberikan pelajaran berharga.

Salah satu dari mereka merawat mereka sendirian, bukan dengan adik perempuannya. Ke mana pun Anda pergi, Anda harus menjadi ibu dan ayah, bahkan jika Anda harus merawat anak kembar. Hal semacam ini sederhana tetapi, efeknya luar biasa.

Oleh karena itu, cobalah untuk belajar mengasuh anak, yang tidak memanjakan anak tetapi memberi mereka pemahaman tentang bagaimana hidup. Sederhana, tapi efeknya untuk orang dewasa sungguh luar biasa.

Persiapan pernikahan memang tidak mudah, banyak poin penting yang harus diketahui terlebih dahulu. Apalagi untuk menjadi orang tua bagi anak Anda nantinya. Dari beberapa penjelasan di atas, apakah semuanya sudah disiapkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *