Maniak Belanja Akibat Compulsive Shopping Disorder? Kenali 5 Tandanya!

Maniak Belanja Akibat Compulsive Shopping Disorder? Kenali 5 Tandanya!

Posted on


gangguan pembelian kompulsif itu adalah belanja kompulsif atau sikap yang membuat kita kecanduan berbelanja. Kecanduan ini akan membuat kita ingin terus berbelanja kapan saja dan dimana saja. Itu karena itu membuat kita lebih bahagia. Namun, itu bisa menjadi penyakit mental yang tidak Anda sadari.

Selain itu, dapat mengubah kita menjadi orang yang lebih boros. Oleh karena itu, Anda perlu memahami apa sebenarnya belanja kompulsif itu? Yuk ladies simak penjelasannya agar tidak semakin boros.

Apa itu gangguan pembelian kompulsif?

Gangguan belanja kompulsif menutupi stres
Sumber: pexels.com

gangguan pembelian kompulsif atau pembelian kompulsif dianggap sebagai gangguan kontrol impuls. Itu membuat Anda terobsesi dan bahkan bisa menjadi penggila belanja. Anda melakukan ini secara tidak sadar untuk menutupi emosi batin Anda seperti stres, kecemasan, rasa sakit, dll, karena memberikan kelegaan dan kebahagiaan sementara.

Baca juga: Berbelanja sebagai Anti Stres yang Efektif? Cek penjelasannya disini

Ketidakmampuan untuk mengendalikan diri saat balapan ini bisa berakibat fatal lho, Ladies. Karena bisa juga terjadi bersamaan dengan penyakit lain seperti depresi, gangguan kecemasan dan lain-lain. Juga, tanpa sadar setelah berbelanja, Anda akan merasa sangat bersalah dan malu.

Biasanya, ini lebih sering terjadi pada wanita yang kebanyakan berusia tiga puluhan atau ketika Anda sudah memiliki kemandirian finansial. Banyak wanita dengan mudah mengakui bahwa mereka sangat suka berbelanja.

Perlu juga dicatat bahwa pembelian kompulsif ini berbeda dari pembelian normal. Biasanya kebanyakan orang berbelanja sesekali atau saat ada keperluan khusus seperti ulang tahun, butuh sesuatu, dll. Hal ini berbeda dengan orang yang memiliki gangguan pembelian kompulsifyaitu kapan dan dimana akan dilakukan belanja.

Belanja kompulsif ini cenderung membeli sesuatu yang tidak terlalu mahal. Namun, ini menyebabkan pengeluaran yang tidak terkendali, karena Anda hanya akan membeli sesuatu berdasarkan daya tarik Anda dan harga yang lebih rendah. Padahal, barang yang dibeli bukanlah barang yang Anda butuhkan.

tanda-tanda yang Anda miliki Belanja kompulsif kekacauan

Gangguan belanja kompulsif, sumber sampah
Sumber: pexels.com

Kebanyakan orang yang berbelanja secara kompulsif melakukannya ketika mereka bosan atau stres. gangguan pembelian kompulsif Ini memiliki beberapa tanda, nona. Ini dapat mengidentifikasi jika Anda memiliki belanja kompulsif, yaitu:

  1. Pembelian kompulsif. Anda sering membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan. Tanpa disadari, Anda akan terus membeli barang-barang yang belum pernah Anda sentuh atau gunakan setelah membelinya.
  2. Rasakan kesenangan berbelanja yang adiktif. Perasaan senang dan senang yang membuat ketagihan ini membuat Anda ingin terus berbelanja.
  3. Berbelanja untuk meredam emosi yang tidak menyenangkan. Anda berbelanja karena Anda mencoba mengisi kekosongan emosional seperti kesepian, kurangnya pengendalian diri, atau frustrasi.
  4. Rasa bersalah dan penyesalan. Setelah membeli sesuatu, Anda akan merasa bersalah dan tidak bertanggung jawab untuk membeli sesuatu. Namun, perasaan ini akan cepat memudar dan mendorong Anda untuk membeli sesuatu yang lain.
  5. Sakit untuk membayar. Biasanya pemilik penyakit ini akan merasa mual saat membayar tunai. Dengan demikian, Anda akan lebih memilih untuk menggunakan kartu kredit, meskipun menghadapi kesulitan ekonomi.

Jika Anda merasakan tanda-tanda gangguan pembelian kompulsif Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli profesional lainnya untuk terapi kognitif, ladies. Ini dapat membantu Anda mengidentifikasi penyebab perilaku pembelian kompulsif Anda.

Sumber: psikologi hari ini, sangat bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published.