3 Kelompok Otot yang Secara Tak Disadari Terlatih Saat Berjalan Kaki

3 Kelompok Otot yang Secara Tak Disadari Terlatih Saat Berjalan Kaki

Posted on


Ladies, pernahkah Anda mengobrol dengan teman sambil jalan-jalan? Atau berjalan tanpa tujuan untuk mendinginkan tubuh dan menghirup udara segar? Anda tahu, ternyata Anda secara tidak sadar melatih kelompok otot yang tidak terduga. Bukan hanya otot kaki, tapi jalan kaki bisa melatih seluruh tubuh Anda, termasuk tiga kelompok otot berikut ini.

Tibialis anterior

Otot ini berjalan di sepanjang bagian luar tibia atau tibia. Saat Anda berjalan dengan kecepatan tetap, Anda tidak akan menyadari betapa aktifnya otot ini. Otot ini mulai terasa saat Anda berjalan cepat hingga muncul sensasi terbakar.

Setelah berjalan jauh, tibialis anterior akan melelahkan tubuh. Sensasi juga sering disalahartikan sebagai shin splints. Dalam praktiknya, otot ini bertanggung jawab untuk menarik jari-jari kaki ke atas. Jadi, ketika Anda mengayunkan kaki ke depan dan mendarat di tumit, jari-jari kaki terangkat dan otot-otot tulang kering itu bekerja. Semakin cepat Anda berjalan dan semakin banyak langkah yang Anda ambil, semakin baik hasilnya.

3 Kelompok Otot yang Tanpa Sadar Anda Latih Saat Berjalan
Sumber: stock.adobe.com

Otot perut

Saat Anda berjalan, perut Anda harus menopang berat badan Anda agar tetap tegak. Dalam praktiknya, ini membutuhkan keterlibatan otot yang cukup signifikan. Menurut pelatih berjalan pada suatu waktu Pelatih Bersertifikat ACE, Michele Stanten, penstabil tulang belakang, tulang belakang ereksi, multifidus dan quadratus lumborum (QL) – yang merupakan otot punggung dan panggul – bekerja keras saat Anda berjalan.

Otot-otot ini menopang tubuh untuk berjalan. Tidak hanya menjaga keseimbangan, tetapi juga menambah kecepatan berjalan dan gerakan yang lebih mulus melalui rotasi pinggul. Salah satunya, rotasi tubuh saat berjalan akan melibatkan otot perut. Gerakan ini langsung melatih otot perut.

Baca juga: Resmi dibukanya jembatan penyeberangan terpanjang di dunia

Otot punggung atas

Saat berlari atau berjalan, lengan biasanya menekuk sekitar 90 derajat. Gerakan ini dilakukan untuk membantu mendorong tubuh ke depan saat berjalan. Disadari atau tidak, gerakan ini melibatkan otot punggung atas, lho! Saat lengan ditekuk, diayunkan, dan siku didorong ke belakang, Anda secara bersamaan melatih otot-otot ini. Ayunan lengan yang kuat dan baik, menurut Stanten, dapat membantu gerakan saat berjalan lebih ringan dan cepat. Ayunan lengan ini juga akan membuat otot punggung Anda lebih kuat dari sebelumnya.

Hanya dengan berjalan kaki Anda telah melakukan latihan sederhana, tetapi Anda dapat melatih otot-otot tubuh dalam jumlah yang tidak terduga. Untuk menjalani hidup sehat, yuk biasakan jalan kaki setiap hari dan rasakan manfaatnya.

Sumber: Bagus dan Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published.